Jika aku bisa sekuat itu menjalani hidup, aku takkan pernah mengeluh.
Meski inginku sekedar berduaan hanya dengan Tuhanku— Ia takkan menyukai itu.
Mereka tak bisa melihatnya, sesuatu yang melingkar di jari manisku sejak lama. Entah itu janji atau takdir yang yang ku nikahi, keduanya sama-sama menghadirkan sepi.
Ternyata hidup bisa seromantis ini.
Kemudian sesuatu datang lagi. Kini, dia menghantam dadaku keras-keras. Membuatku sulit bernapas.
Namanya Rindu.
Ini jenis yang sama seperti dulu. Bertuliskan namamu.
Sayang, untuk sekali saja, bisa tolong hentikan sakitku?