Kamis, 17 Juli 2014

Wahai Tuhan, muliakanlah para suami yang dengan tulus menjaga istri dan calon anaknya.

Kamis, 10 Juli 2014

Rabu, 02 Juli 2014

What people don't understand: I have to threw my heart away to get a little piece of happiness.
What I don't understand: Why do I have to?

Kamis, 26 Juni 2014

Selasa, 10 Juni 2014

Minggu, 25 Mei 2014

Jika yang kau minta adalah kesetiaan, kau telah mendapatkannya, Dik. Bahkan jauh sebelum kau mulai menjatuhkan hati.

—Bahkan saat kau tak lagi di sini.

Sabtu, 17 Mei 2014

Biarkan Aku Berjuang! Sekali Lagi.

Ini adalah apa yang ingin ku katakan padamu, Tuan. Anggap saja ini surat— yang tak akan pernah kau baca.

Salah satu temanku bertanya padaku, "apa yang membuatmu masih sendiri sampai sekarang?"
Ku katakan saja "Aku menyukai seseorang. Belum bisa hilang."
Kemudian dia melanjutkan pertanyaannya "Apa dia tahu kamu menyukainya?"
"Iya. Dia tahu." Jawabku.
Lanjutnya, "Lalu bagaimana dengannya? Apa dia juga menyukaimu?"
Aku diam.
"Sampai kapan kamu akan menunggunya? Bagaimana keadaannya sekarang? Masih sendiri? Atau bahkan sudah menikah?"
Aku masih diam.
"Kamu masih mengharapkannya, bukan? Lalu apa usahamu untuk itu? Umurmu sudah 24 tahun, artinya kamu sudah masuk tahap dewasa awal. Sudah bukan jamannya memendam perasaan, lalu menyesal karena kehilangan kesempatan begitu saja."
Aku diam.
"Jangan pikirkan harga diri, Riz! Kalau dengan melemparnya kamu bisa bahagia, lakukan saja!"

Ku cermati kata-katanya baik-baik, Dik. Dia benar. Aku hanya punya waktu setahun untuk mencari apa yang aku mau. Kamu. Sebelum perjodohan itu datang lagi. Sebelum waktu menggerus kesempatanku untuk bertemu denganmu, aku ingin memanfaatkannya dengan baik.
Aku ingin menemuimu, Dik...
Ijinkan aku memperjuangkanmu sekali lagi. Ijinkan aku berharap tanpa berdiam diri.