Jika kau benar mencintaiku,inginku hanya satu:
Jadikan aku nyata; di sampingmu.
Sebab hatiku sudah tak lagi ingin terluka semudah dulu.
Jumat, 24 April 2015
Minggu, 05 April 2015
Sepertigamu masih ada. Ia bagai paku yang menunggu sesuatu untuk digantungkan. Lagi, katanya; setelah ku tanggalkan harapan yang kini ada dalam kotak yang baru saja ku buang. Ku amati ia dengan seksama; menancap tak mau lepas meski berkali-kali berusaha ku koyak dari akarnya. Tetap saja ia gagah terpancang. Tapi, mungkin saja ia bisa ku gunakan untuk menggantungkan pengingat; tentang apa yang harus dan tak boleh lagi ku lakukan— sampai tiba waktunya untuk ku kembali jatuh cinta.
Selasa, 31 Maret 2015
Sabtu, 21 Maret 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
Kamis, 12 Maret 2015
Mereka tak bisa melihatnya, sesuatu yang melingkar di jari manisku sejak lama. Entah itu janji atau takdir yang yang ku nikahi, keduanya sama-sama menghadirkan sepi.
Ternyata hidup bisa seromantis ini.
Kemudian sesuatu datang lagi. Kini, dia menghantam dadaku keras-keras. Membuatku sulit bernapas.
Namanya Rindu.
Ini jenis yang sama seperti dulu. Bertuliskan namamu.
Sayang, untuk sekali saja, bisa tolong hentikan sakitku?
Rabu, 25 Februari 2015
Hati dan Kepala
Entah mana yang lebih keras.
Hati atau kepala.
Keduanya menyimpan kita.
Keduanya membuat kita terluka.
Lalu,
Jika ingin melupakan, mana yang paling mudah aku hancurkan?
Hati, atau kepala?