Kamis, 17 September 2015

"Tears stream down your face when you lose something you can not replace."
-Coldplay

Diamlah. Aku tak sedang menyanjungmu. Aku sedang berpikir apa yang salah denganku. Setiap orang memiliki kisah cintanya sendiri-sendiri. Mereka bertemu, saling jatuh cinta, lalu menikah. Lalu mengapa aku hanya bisa terpaku pada namamu― sejak dulu?

Tuan, jika aku tak cukup baik sebagai manusia, tolong kau yang memintakan pada Tuhan agar aku bisa berkawan. Sepeninggalanmu, akupun ingin bahagia.

Mereka bilang, hidup bersama seseorang yang mereka cinta itu menyenangkan. Ada kebahagiaan tersendiri dalam menghidangkan makanan untuk seseorang yang mereka cinta, bergandengan tangan, bercerita hingga larut malam― ah, kau pun sebahagia itu, bukan?

Tuan, sebenarnya tujuanku sederhana saja: aku, ingin berhenti merindukanmu; Hal yang tentunya tak boleh kulakukan, sekalipun yang kuberi tahu hanya Tuhan.

Aku ingin tahu bagaimana rasanya dicintai, Tuan, setelah sekian lama aku jatuh sendirian. Aku ingin tahu seperti apa rasa yang hinggap saat mendengarkan lagu-lagu cinta yang katanya― menyenangkan. Aku ingin tahu.
Boleh, kan?

Lalu, untukku, bagaimana agar aku kembali bisa― jatuh cinta?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar