: D
Kau terbilang hebat
Satu yang terbagi
kekosongan
Legam yang merajah seluruh
bayang
Menjadikan rasaku bertepian
samar
Bagimu
Mengaduk benak sungguh
mudah
Kau berdiam diri saja,
nafasku tersengal
Seberapa sering aku
menangis?
Itu pun tak bisa membuatmu
bergeming, bukan?
Lantaran amarahmu tetap
saja pongah
Sibuk menimbang laba antara
sakit dan bahagia yang kau dapat
Ini bukan penyesalan
Dan tak juga ku paksakan
kau untuk tinggal
Sebab kini ku temukan cara
untuk bahagia
Cukup dengan diri sendiri.
Berjalan mundur, bertemu
titik-titik jatuh.
Merasai indahmu dari jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar